Gebrakan Kepala Distrik Testega Selama Bertugas Enam Bulan

0
962

MANOKWARI,ptc.com-Baru bertugas 6 bulan sejak 1 Januari 2019, Kepala Distrik Testega yang baru, Obeth Doansiba telah melakukan sejumlah gerbrakan. Ia berhasil mengubah wajah pemerintahan Distrik Testega Kabupaten Pegunungan Arfak sedikit mengalami perubahan dari sebelumnya.

Kantor Distrik Testega distrik Terjauh Kabupaten Pegunungan Arfak. Ist.

Saat berbincanga dengan media ini di Manokwari belum lama ini, putra asli Testega tersebut mengaku tidaklah mudah laksanakan program untuk memajukan wilayah pemerintahan distrik Testega, merupakan distrik terjauh atau dipedalam Pegunungan Arfak dengan segala kompleksitas didalamnya termasuk topografis wilayah yang tidak bersahabat.

Namun, berkat semangat membangun kampung sendiri, mantan kepala Distrik Nenei Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) ini, berani gunakan anggaran rutinnya untuk membangun tiga tower informasi lengkap dengan pengeras suara (toa).
Berfungsi untuk menyampaikan informasi penting kepada masyarakat empat kampung di sekitar ibu kota distrik. Selain itu diguakan sebagai sarana hiburan masyarakat sekitar dengan lantunan musik yang akan diputar pada jam-jam tertentu oleh pegawai distrik yang berada diketinggian nyaris 3.000 meter diatas permukaan laut (pdl) di Gunung Arfak tersebut.

Dari sumber dana yang sama, lanjut Doansiba, Ia gunakan juga untuk renovasi bangunan kantor distrik Testega. Memasang kramik lantai luar dan dalam kantor.

“Saya beli generator untuk penerangan sarana perkantroan itu mesinnya kekuatan 300 waat ade,”kata Doansiba.

Disamping itu, Ia juga belanja satu unit mesin Senso yang dipergunakan untuk keperluan pemerintahan distrik maupun masyarakat 15 kampung.

“Kita dikejauhan. Jauh dari ibu kota mau tidak mau harus beli Senso. Agar ada acara kita bisa gunakan untuk potong kayu bakar. Tak kalah penting adalah ketika kita ingin buat pagar tidak perlu beli balok lagi, tinggal pake Senso untuk potong kayu. Itu kebijakan saya,”timpanya lagi.

Dengan harapan, langkahnya membuat sejumlah gebrakan dari anggaran rutin distrik dapag menciptakan kenyamanan pegawainya dalam laksanakan tugas untuk melayanan masyarakat.

“Ini kebiajakan saya. Saya jemput bola. Saya pake dulu uang ritun saya untu pembangunan. Kalau tidak saya pake saat ini kapan lagi mau buat perubahan diwilayah kami. Harapannya dana itu bisa diganti oleh pemerintahan Kabupaten,”harap Doansiba.[mdr]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here