167 Kampung Pemekaran di Pegaf Mendapat Alokasi Dana Desa 30 Persen

0
566

MANOKWARI,PTC-Tahun anggaran 2019, Pemerintahan Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) mempunyai alokasi anggaran dana desa/kampung sebesar Rp 139 Miliar.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Pegaf, Yakob Wonggor, kepada media ini di Manokwari, Sabtu (13/7), menuturkan untuk penggunaan dari dana tersebut piahknya telah salurkan (pencairan) tahap pertama sebanyak 20 persen kepada 166 kampung induk.

“Pencairan tahap pertama sebanyak 20 persen kepada 166 kampung Induk sudah kami lakukan sudah seratus persen pencairan. Bahkan ada yang sudah menyampiakan laporan penggunaan dana tahap pertama sekitar 30 persen,”kata Wonggor.

Dana tersebut, selain digunakan untuk kegiatan rutin, akan digunakan 30 persen untuk pembangunan calon balai kampung pemekaran di 167 calon kampung pemekaran.

“Jadi dana kampung yang mereka terima itu tiga pulu persennya akan diberikan kepada calon kampung pemekaran dalam bentuk kegiatan fisik yaitu pembangunan calon balai kampung. Kami diatas kampung pemekaran sekitar 167 kampung, total kampung kita tiga ratus lebih, kampung induk 166 dan calon kampung pemekaran 167 kampung,”terangnya.

Wonggor juga berharap para kepala kampung menggunakan dana desa/kampung tahap pertama dengan baik. Melakukan pembangunan sesuai usulan terfokus hingga masyarakat benar-benar merasakan memanfaatkan pembangunan dari dana kampung tahun 2019.

“Misalnya, jika mereka mau bangun rumah mereka harus bangun sampai selesai. Sampai masyarakat terima kunci. Karena masyarakat kalau sudah dibangun, mereka taunya sampai terima kunci,”ujar Wonggor.

Wonggor juga meminta perhatian para kepala kampung agar menggunakan dana tersebut sebaik mungkin, sesuai aturan atau petunjuk yang ada jika tidak ingin berhadapan dengan hukum. “Karena dana ini dalam pengawasannya dilibatkan banyak pihak, mulai dari kepolisihan sampai KPK, jadi gunakan secara baik,”pesanya.

Wonggor juga menambahkan, pencarian dana kampung dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap pertama sebanyak 20 persen, tahap kedua 40 dan tahap ketiga 40 persen.

“Penggunaan tahap pertama ada yang sudah masukan laporan sekitar 30 persen. Tahap kedua diperkirakan bulan agustus atau september pencairan tergantung laporan dari kampung,”tutup Wonggor.[mdr]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here