Hadirnya 2 Speedboat, Gairahkan Sektor Pariwisata Mansel

0
321

KM Warsui 02 dan KM Tuai sedang sandar di pelabuhan Oransbari. FOTO/KEMA

MANSEL,-Dua kapal speedboad, KM Warsui 02 dan KM Tuai 01, baru saja tiba dengan selamat di pelabuhan Oransbari Kabupaten Manowkari Selatan (Mansel) pada Minggu (17/11/2019).

Kehadiran dua kapal masing-masing berkeluatan 400 PK hasli belanja Dinas Perhubungan Kabupaten Mansel dari dana alokasi khusus (DAK) afirmasi transportasi 2019 itu diharpakan mampu mendorong atau gairahkan potensi pariwisata di Mansel。 Selain dimanfaatkan untuk transportasi laut atanra Ransiki-Oransbari dan Momi Waren.

Salah satu tokoh pemekaran Mansel, Oktofianus Inden, kepada awak media belum lama ini mengatakan daerah Mansel sangat potensial dibidang pariwisata salah satunya pariwisata bahari.

Jalan menuju lokasi wisata pantai di Ransiki yang membutuhkan sentuhan pembangunan lanjutan berupa pengaspalan. FOTO/KEMA

Namun sejauh ini belum maksimal digenjot oleh dinas Pariwisata setempat untuk mendatangkan pundi – pundi rupiah sebagai sumber pendapat asli daerah (PAD).

Untuk itu Ia berharap keberadaan dua speedboad itu dapat dimanfatkan guna gerkanan sektor pariwisata disana.

Inden harapan dengan kehadirian dua speedboat itu, dinas pariwisata Mansel mampu membuka diri untuk berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan guna merancang bersama strategi dilapangan, bagaiman agar kapal tersebut mampu menggairahkan potensi wisata.

“Kita tahu selama ini pariwisata kita potensial namun fakum karena tidak serius dikelola oleh dinas pariwisata selama tujuh tahun ini. Entah kenapa kita tidak tahu. Nah inikan sudah ada kapal dua hasil pengadaan pemda melalui dinas Perhubungan sebagai fasilitas penunjang, kiranya dapat digunakan untuk hidupkan parawisata yang ada di manokwari selatan,”ujar direktur LSM Mika Tepmos itu kepada media di Ransiki。

Pemandangan senja di kota Ransiki . FOTO/KEMA

Inden menambahkan pariwisata bahari di wilayah Mansel tidak kalah dari Raja Ampat untuk itu jika dipunya niat baik dan desain program yang bagus maka tidak menutup kemungkinan akan menjadi daerah tujuan wisata baru di Papua Barat.

Inden juga mengingatkan, potensi wisata bahari di Kabupaten Mansel sebagian besarnya berada di wilayah Kabupaten Telu Wondama, maka dinas Pariwisata Mansel diusulkan untuk melakukan kerja sama dengan Pemkab Wondama.

pemandangan gunung botak

“Tinggal kerja sama dengan Teluk Wondama, kan sebagian besar wisata teluk cenderawasih itu wondama punya, tapi kita pintu masuk. Tinggal lakukan koordinasi, lakukan kerja sama antara daerah maka niat baik itu tentu akan berjalan baik demi kebaikan dua daerah itu. Kalau Raja Ampat bisa kenapa teluk cenderawasi dengan segala macam biota laut yang berpotensi mendatangan PAD itu tidak bisa kita kelola untuk datangkan uang,”kata Inden.

Selain itu wisata laut, kabupaten Mansel juga strategi bagi pengembangan tempat wisata di Pegunungan Arfa atau wusata pegunungan.

Tak luput Inden juga soroti fasilitas penunjang seperti kamar mandi disejumlah titik tempat pariwisata di Mansel yang dibangun oleh dinas pariwisata namun tidak berfungsi karena tidak ada air.
“Kalau bangun harus punya perencanaan, sdhingga sasaran atau tujuan akhir penggunaan itu benar-benar bermanfaat, jangan jadi mubasir,”tukasnya.[MDR/R2]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here