Pleno MRPB Pergantian Antar Waktu Diskors, Menunggu Usulan Tokoh Perempuan Maybrat

0
32

Pleno tentang PAW anggota MRPB periode 2017-2022.

MANOKWARI,PTC – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) melaksanakan rapat pleno tentang Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap 4 orang anggota MRP-PB masa periode 2017-2022.

Ketua MRPB, Maxsi Nelson Ahoren seusai rapat mengatakan, ada empat anggota MRPB periode 2017-2022 yang di PAW. Masing-masing diantaranya Efradus Rumbobiar karena meninggal di PAW kepada Vitarossa N. Manobi, S.sos dari unsur agama (GKI).

Kemudian, almarhuma Yuliana Kalasuat Pokja Perempuan dari Kabupaten Sorong di PAW kepada Bertha N. Gifelem, S.Pd, dan almarhum Drs. H.M Ghafur Tambawang, M.Si dari unsur agama Islam di PAW kepada Dulhamidin Furu, S.S.

Lanjut Ahoren, dari seharusnya empat anggota yang harus di PAW, baru tiga nama yang disetujui, sedangkan satu nama yakni dari unsur perempuan asal Kabupaten Maybrat belum diputuskan.

“Alasannya dikarenakan masih menjadi perdebatan alot ketika rapat lembaga, sehingga anggota pengganti dari Maybrat belum bisa diputuskan,” jelas Ahoren kepada para wartawan usai memimpin rapat pleno, Jumat (26/6).

Lanjut Ahoren menjelaskan, terdapat empat nama yang diusulkan untuk menggantikan ibu Jois Asmuruf dari Kabupaten Maybrat. Akan tetapi, karena belum ada kesepakatan dalam lembaga, sehingga usulan nama dari Maybrat ditunda.

“Terdapat 4 nama calon pengganti diantaranya Dorce Kambu, Markus Jitmau, dan Elisabeth Howay,” sebut Ahoren.
Ahoren menjelaskan, untuk bisa memutuskan anggota pengganti dari perempuan Maybrat, maka MRPB memutuskan untuk menunda rapat dan memberikan kesempatan selama satu minggu untuk dilakukan rapat di tingkat Pokja MRPB guna mencari solusi.

“Seminggu setelah kami koordinasikan dengan unsur Pokja di lembaga barulah nanti diputuskan bersama siapa yang masuk dari Maybrat,” ungkap Ahoren.

Lanjut Ahoren , apabila belum ada solusi dari lembaga, maka MRPB akan kembalikan hak kursi tokoh perempuan Maybrat untuk dibahas disana, selanjutnya mereka memutuskan siapa penggantinya.

“Tiga nama calon anggota yang sudah ada di lembaga berdasarkan aspirasi, namun mereka ini tetap menunggu usulan satu nama dari Maybrat, sehingga setelah nama dari Maybrat fix, maka empat anggota bersama-sama diusulkan ke gubernur untuk proses SK pelantikan”terang Ahoren.
Tambah Ahoren, semestinya nama-nama yang diusulkan sudah selesai tetapi keputusan nama PAW tidak boleh salah dan menjaga jangan sampai berujung pada masalah hukum. (A3/R2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here