SMP YPPGI Kristian Tobou Resmi Kantongi NPSN, Ini Tanggapan Kadis PPO Mansel

0
31

MANSEL,PTC-Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), kode pengenal sekolah Indonesia milik SMP YPPGI Kristian Tobou di Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), baru-baru ini resmi dikeluarkan (diterbitkan) oleh lembaga terkait.

Menanggapi diterbitkannya NPSN tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Cristofel R. Mandacan harapkan akan ada semangat yang lebih lagi dari pihak SMP YPPGI Kristian Tobou dalam melengkapi administrasi yang dibutuhkan.

Dia berharap kordinasi rutin dengan Dinas Pendidikan dari sekolah tersebut melalui orang yang dipercayai (admin), agar semua yang disyaratkan dapat dipenuhi dengan baik demi kebaikan proses pendidikan kedepanya.

“Saya berhrap admin dapodik harus aktif masukan data itu (dapodik). Mereka punya admin harus rajin kordinasi dengan Dinas. Terutama masukan profil sekolah, jumlah siswa, identitas dan lainnya. Dapodik harus dimasukan,” tandasnya.

Jika tidak dimasukan data dapodik maka data sekolah tersbeut tidak terbaca di pusat. Akibatnya adalah, jangankan siswa tidak bisa peroleh beasiswa, tapi akan berakibat pula terhadap kelanjutan anak-anak untuk melanutkan ke jenjang berikutnya.

“Jadi dapodik itu penting untuk anak itu dari ketika dia masuk sampai dia tamat di SMA. Jadi dia mau pindah ke kabupaten mana, Provinsi mana, namanya sudah ada di dapodik, jadi sangat penting,”jelas Mandacan.

Foto bersama Kepala Sekola dan para guru SMP YPPGI Kristian Tobou saat syukuran ulang tahun sekolah serta syukuran diterbitnya NPSN belum lama ini.

Dengan adanya data dapodik yang lengkap lanjut Kepala Dinas, sekolah tersebut akan peroleh kemudahan finasnsial seperti adanya bantuan dana bantuan operasional sekolah (BOS).
“Setelah lengkap dimasukan dapodik, nanti hak-hak mereka termasuk untuk hak guru pasti akan dapat. Salah satunya dana bos juga mereka peroleh,”terangnya.

Lanjut mantan kepala Badan Lingkungan Hidup Mansel ini, apa lagi, selama ini belum semua tenaga pengajar dari sekolah tersebut honornya dibiayai daerah. Dengan adanya dana BOS akan sangat membantu sekolah untuk membayar honor guru.

“Guru-guru yang ada di SMP YPPGI ini kan ada beberapa orang saja yang tercover oleh daerah sedangkan yang lain belum. Sehingga kemari saya sampaikan ke kepala sekolah untuk sementara bisa disiasati dengan pihak sekolah membayar, caranya kerja sama dengan pihak kepala kampung karena dana kampung bisa dipakai untuk bayar guru honor di sekolah.

“Sisanya kita kembalikan ke daerah, tapi untuk sementara waktu belum, kedepannya pasti akan di programkan (anggarkan). Untuk sementara nama-nama mereka sudah ada di kita,”pungkas Mandacan.[MDR/R2]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here